KETERPADUAN KETERAMPILAN MENYIMAK
DENGAN FOKUS BERBICARA
Menyimak
dan berbicara merupakan :
-
Keterampilan yang saling melengkapi dan keduanya saling bergantung. Seorang
tidak ada yang perlu dikatakan jika tidak ada yang mendengarkan.
-
Keterampilan berbahasa lisan. Keduanya memerlukan penyandian dan penyandian
kembali symbol-simbol lisan.
Pada
dasarnya, bahasa yang digunakan dalam
percakapan dipelajari melalui : menyimak dan menirukan pembicaraan.
Biasanya, anak-anak
tidak hanya menirukan pembicaraan yang mereka pahami, tetapi juga mencoba
menirukan hal-hal yang tidak mereka pahami. Kenyataan ini menganjurkan orang
tua dan guru menjadi model berbahasa yang baik, supaya anak-anak tidak
menirukan pembicaraan yang memalukan atau tidak benar (Ross dan Rose dalam Zuchdi, 1990:11).
A.
BERBAGAI KEGIATAN KETERPADUAN MENYIMAK DENGAN FOKUS
BERBICARA.
Kegiatan
menyimak, membaca, dan menulis dapat dipadukan dengan keterampilan berbicara.
Antara lain :
1.
Menyimak dan Bercerita
Sebuah cerita ternyata sangat bermanfaat untuk masa depan umat manusia.
Dengan mendengarkan cerita, kita akan memiliki kemampuan imajinatif, matematika dan bahasa. Dengan ketiga kemampuan tersebut,
manusia dapat mengembangkan teknologi dan kebudayaannya.
Kebiasaan
mendengarkan cerita juga dapat menambah kemampuan berbahasa dan dapat
menanamkan budi pekerti.
2.
Menyimak dan bercakap-cakap
Komunikasi akan lebih efektif apabila ada pihak pertama dan kedua.
Apabila Pihak
pertama berbicara maka pihak kedua menjadi penyimak atau sebaliknya.
Keterkaitan pembicara dalam percakapan biasanya berhubungan erat dengan topik pembicaraan yang aktual. Selain itu, diperlukan adanya
hubungan sosial yang baik atau merasa ada kedekatan di antara mereka.
3.
Menyimak dan Diskusi
Arena diskusi yang hangat memerlukan kemampuan peserta untuk saling
mendengarkan ketika orang lain berpendapat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar